Apakah Doa Anak Yatim Mustajab? Berikut Penjelasannya

Artikel Dilihat: 542

Benarkah doa anak yatim itu mustajab? Adakah dalilnya? Ada beberapa orang yang doanya dijabahi oleh Allah. Diantaranya 3 orang yang disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu.

Berikut Penjelasannya:

Ada beberapa orang yang doanya diijabahi oleh Allah. Diantaranya 3 orang yang disebutkan dalam hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Ada 3 orang yang doanya tidak akan ditolak : imam yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doanya orang yang didzalimi, diangkat oleh Allah ke atas awan, pintu-pintu langit dibuka untuk menyambutnya, dan Allah Ta’ala berfirman, “Demi Keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu, meskipun berselang beberapa waktu.” (HR. Turmudzi 2525 dan dishahihkan al-Albani).

Termasuk doanya orang tua kepada anaknya dan doanya orang yang sedang safar. Dalam hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Ada 3 doa yang mustajab, dan tidak diragukan mustajabnya, yaitu doanya orang yang didzalimi, doanya musafir, dan doa orang tua kepada anaknya. (HR. Ahmad 7510 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Apakah Doa Anak Yatim juga Mustajab?
Kami tidak menjumpai adanya dalil yang menyebutkan bahwa doa anak yatim mustajab. Yang ada adalah larangan untuk mendzalimi atau menghardik anak yatim. Karena mereka orang yang lemah, ayahnya telah meninggal, sehingga tidak ada lelaki dewasa yang membelanya.

Allah berfirman,

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

“Adapun anak yatim, janganlah kalian menghardiknya.” (QS. Ad-Dhuha: 9).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan agar kita menyayangi anak yatim.

Dalam hadis dari Sahl bin Sa’d Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ كَهَاتَيْنِ فِي الْجَنَّةِ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا قَلِيلًا

Saya dan orang yang menanggung hidup anak yatim di surga seperti ini.. beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dengan sedikit direnggangkan. (HR. Bukhari 6005 dan Ahmad 22820).

Demikian. Allahu a’lam …

 

Sumber : konsultasisyariah.com

Cetak