Membahas Tentang Hutang-Piutang Menurut Hukum Islam

Islam adalah ajaran yang mengatur dan berisi segala aspek kehidupan manusia. Nilai-nilai islam dimulai dari berbagai hal seperti masalah hukum, ekonomi, berkeluarga, etika, dan lain sebagainya. Termasuk dalam hal keseharian islam mengatur masalah sub dari ekonomi yaitu masalah hutang piutang pun harus sesuai dengan hukum Islam.


Hutang menjadi suatu yang salah dan mengalami hal yang berdosa karena hal ini menyankut hak dan harta orang lain. Tidak membayar dan menunaikan harta dari orang lain tentunya telah merampas dan mengambil jalan yang tidak baik dari orang lain. Hal ini menjadi akibat mendzalimi dan menyakiti orang lain atas hak yang harusnya dimiliki olehnya.


Tidak Membayar Hutang adalah Dosa

Orang-orang yang tidak membayar hutangnya tentu adalah suatu yang mengandung dosa. Hutang adalah akad atau janji yang harus juga dipenuhi. Sedangkan bentuk pelanggaran akad dan janji adalah hal yang juga berdosa. Untuk itu, wajib hukumnya untuk menunaikan pembayaran dan pembalasan hutang. Sedangkan tidak menunaikannya adalah haram hukumnya.

Dalam hadist, disampaikan mengenai permasalahan hutang “Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tidak tunai, kemudian beliau menggadaikan baju besinya” (HR Al-Bukhari) Hal ini menunjukkan bahwa ketika Rasul pernah berhutang, maka ia menggadaikan baju besinya sebagai bentuk jaminan dan proses pembayarannya.

Hutang Hendaknya Dijauhi, Walau Diperbolehkan

Sebagai bentuk kewajiban dan tanggung jawab orang beriman yang berhutang, maka ia harus berniat untuk melunasinya. Sedangkan Allah akan membantu niat baik kita apabila telah berniat terhadap hal tersebut.

Melakukan hutang tentu dalam islam diperbolehkan apabila hal tersebut untuk tujuan baik, terutama yang berkenaan dalam pencapaian tujuan yang baik. Namun tidak diperbolehkan untuk tujuan yang haram dan dilarang oleh Allah SWT, atau berdampak buruk bagi diri dan masyarakat. Berhutang tentunya diperbolehkan dalam islam, namun jangan sampai hutang melilit kehidupan kita hingga sampai pada titik kita sulit untuk membayarnya.

 

Sumber : https://dalamislam.com/hukum-islam/ekonomi/hukum-tidak-membayar-hutang


Cetak